For Windowscewebring Lovers

Beberapa Cara Untuk Membuat Masyarakat Lebih Inklusif Dengan Penyandang Disabilitas

Beberapa Cara Untuk Membuat Masyarakat Lebih Inklusif Dengan Penyandang Disabilitas

Mudah untuk mengasumsikan bahwa karena ada undang-undang yang dibuat untuk penyandang disabilitas, diskriminasi tidak pernah terjadi dan kesetaraan penuh berlaku untuk setiap orang dengan disabilitas yang tinggal di Indonesia. Pemikiran angan ini sebanding dengan berpikir bahwa rasisme tidak ada lagi www.kompasiana.com/mawan.sidarta/5bf80fd9677ffb17915bdc34/penyandang-disabilitas-bisa-menjadi-aset-berharga-bagi-perusahaan?page=all.

Disabilitas atau berbadan sehat, kita semua memiliki kekuatan dan tanggung jawab untuk membuat masyarakat lebih inklusif bagi semua orang. Dari pengalaman hidup hingga mendengarkan komunitas penyandang disabilitas, berikut adalah beberapa cara kita dapat terus membuat dunia kita lebih menerima orang-orang penyandang disabilitas.

1. Lihat Komunitas Penyandang Disabilitas sebagai Konsumen Berharga
Masih progresif untuk melihat komunitas penyandang disabilitas sebagai audiens dan konsumen yang ditargetkan. Kami adalah populasi minoritas terbesar di dunia, namun yang paling kurang terwakili dalam hal pemasaran produk, karena kami adalah yang terakhir yang dipikirkan. Sementara sebagian dari ini berasal dari kenyataan bahwa ada banyak perbedaan dalam komunitas disabilitas, segmen konsumen tersebut (dan keluarga mereka) masih memiliki daya beli yang signifikan. Kami perlahan melihat model-model penyandang disabilitas tergabung dalam iklan fashion dan pemasaran, tetapi ini perlu menjadi norma, dan tidak dipandang sebagai pemikiran ke depan.

2. Mempekerjakan Penyandang Disabilitas – Mereka Berambisi dan Ingin Bekerja
Bisa kita lihat jika sampai saat ini masih ada banyak penyandang disabilitas yang mampu berkarya dan berkerja dengan kemampuan yang dimiliki meskipun ada beberapa dari mereka mendapatkan upah yang berbeda dengan orang-orang normal. Komunitas penyandang disabilitas masih didiskriminasi di tempat kerja karena ditolak pekerjaan atau ditolak wawancara terakhir. Tetapi ketika sampai pada masalah itu, pengusaha perlu melihat seseorang, termasuk kedisabilitasannya, sebagai aset dan bukan kewajiban potensial.

3. Mengintegrasikan Sejarah Disabilitas dalam Kurikulum Sekolah
Bagaimana seseorang dengan disabilitas mengetahui dan mengidentifikasi dengan sejarahnya jika itu tidak diajarkan secara luas? Bagaimana komunitas bisa dipeluk jika latar belakang kewarganegaraan mereka tidak pernah diajarkan? Sepanjang pendidikan umum, kita tidak pernah melihat jika ada mata pelajaran yang membahas disabilitas dengan jelas. Terlebih lagi, studi disabilitas masih merupakan disiplin yang muncul untuk menerima gelar karena banyak sekolah tidak menawarkannya. Sejarah kedisabilitasan perlu diintegrasikan dalam sistem sekolah kami agar komunitas dapat sepenuhnya diakui.

4. Promosikan Inklusi Sosial di Sekolah
Kesadaran budaya kita secara keseluruhan tentang bagaimana kita memperlakukan dan berinteraksi dengan penyandang disabilitas perlu diubah, dimulai di sekolah dasar. Kita perlu merayakan teman sebaya kita karena perbedaan mereka. Jika ini diajarkan pada usia muda, lebih sedikit diskriminasi dan lebih banyak inklusi sosial akan terjadi. Memiliki anak-anak dengan dan tanpa disabilitas belajar berdampingan membantu semua orang menghargai bakat dan hadiah yang dibawakan oleh semua anak. Sebagai masyarakat, kita memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan masuknya perbedaan kita.